Dampak Corona Pada Bisnis Otomotif, Perusahan Pelek BBS Bangkrut

PSX_20200719_204544

saranacash – Pabrikan pelek mobil asal Jerman yang sudah berusia 50 tahun mengalami kebangkrutan. Perusahaan yang berdiri di kota Schiltach itu dikenal telah merevolusi olahraga otomotif dengan memperkenalkan roda balap pada tahun 1972 yang mana setelah itu membuat bisnisnya mengalami perkembangan pesat.

Setelah go public pada 1980, BBS melakukan ekspansi agresif yang menghasilkan pembukaan cabang di Jepang, Amerika Serikat, dan selanjutnya di Italia. Kebesaran BBS pun menonggaki Benetton Renault yang dikemudikan oleh Michael Schumacher merengkuh gelar juara dunia saat menggunakan pelek BBS dan ban Goodyear.

Terlepas dari berbagai kesuksesan yang sudah diraih BBS, kebangkrutan bagaimanapun tidak terhindarkan. BBS bangkrut pada tahun 2007 lalu Punch International mengakuisisi dan menata ulang. Empat tahun kemudian, kebangkrutan kedua menyebabkan kehancuran lebih berat.

Kini untuk ke-tiga kalinya di bulan Juli 2020 BBS bangkrut. “Karena tidak adanya pembayaran yang dijanjikan secara tak terduga, insolvensi mengancam dalam beberapa bulan mendatang,” demikian bunyi pernyataan dari perusahaan.

judi slot – Tak dapat dihindari pula krisis kesehatan akibat pandemi virus Corona yang sedang berlangsung juga memiliki andil. Penjualan mengalami pukulan keras di industri otomotif dan BBS bukan satu-satunya produsen OEM dan aftermarket yang mengalami masalah ini.

Di bawah administrator dan pengacara kepailitan Thomas Oberle, perusahaan berencana untuk melakukan restrukturasi agar dapat kembali ke profitabilitas. “Kami memiliki waktu perubahan di depan kami,” ujarnya.

situs slot kendati dalam masa ini, pabrik BBS akan terus menghasilkan selama selama proses restrukturisasi. Di saat ini BBS dapat segera menemukan pemilik baru untuk suntikan dana. Pada saat kabar ini disampaikan, BBS Kraftfahrzeugtechnik AG mempekerjakan sekitar 1.200 orang.